TEARS 2

Yuri POV

“aku tak percaya dengan apa yang aku lihat, minho mencium yeoja itu dengan sangat mesra. Rasanya aku ingin membunuhnya, apalagi ketika dia bilang yeoja itu kekasihnya, lalu aku ini siapa? Aku tak tau lagi harus berbuat apa, hatiku sangat sakit, rasanya aku ingin mati saja, aku tak sanggup lagi memikirkan hal ini, seandainya saja tadi Yoona membiarkan aku ditabrak oleh truk itu, sudah pasti aku sudah melupakan ini semua. hmmm Yoona, aku ingat tadi Yoona menghajar minho habis-habisan, Yoona selalu membelaku, dia selalu saja menjagaku dan memperhatikanku…Yoona, seandainya saja minho sepertimu, pasti aku akan sangat bahagia. Huuuh, buat apa aku memikirkan lelaki brengsek itu, Seharusnya kubiarkan saja tadi Yoona menghabisi nyawa bajingan itu….Kepalaku rasanya sangat sakit, nafasku pun mulai tidak beraturan, apa yang terjadi padaku, mataku mulai terasa berat dan tubuhku rasanya seperti sedang berputar-putar…kupeluk tubuh Yoona semakin erat dan akupun mulai kehilangan kesadaranku…

“aku terbangun, kulihat sekelilingku,aku ada dikamarku. Aduh, kepalaku masih terasa sedikit sakit. Kurasakan ada sesuatu benda basah yang menempel dikeningku, ternyata handuk kompresan. Ketika aku mau menyingkirkan benda itu, ada yang menahan pergerakan tanganku, ternyata Yoona yang memegang tanganku, dia masih tidur…Kutarik tanganku perlahan dan melepas kompresan tersebut dan meletakkannya di samping ranjangku. Kubelai rambutnya lembut, pasti dia yang merawatku, seandainya kau adalah minho, aku pasti sangat senang menjadi istrimu yoong…

– hmmmpphhh kau sudah bangun Yul? Tidurlah lagi, kau harus istirahat.”Yoona terbangun dan langsung meraba keningku.

– aku sudah agak baikkan sekarang Yoong..

– tapi kau masih butuh istirahat…

– aku tau,kau juga perlu istirahat Yoong, jangan tidur dikursi lagi, tidurlah disini disampingku…

– tunggu sebentar, aku ambilkan obatmu…

– ne..

“Yoona beranjak dari kursinya dan keluar dari kamar lalu kembali lagi membawa sebutir obat dan segelas air…

– minumlah…”katanya sambil menyodorkan obat dan segelas air

– gomawo..

– habiskan airnya Yul…

– ini.”kataku sambil menyerahkan gelas kosong tersebut padanya.

“Yoona kemudian meletakan gelas tersebut dimeja dan merebahkanku kembali kekasur..

– sekarang kau istirahat lagi, supaya kau cepat sembuh..

– iya iya, kau juga harus tidur Yoong…

– iya tuan putri, sekarang kau jangan pikirkan hal apapun, istirahatlah…”katanya sambil menyelimutiku dan mematikan lampu kamar…

– Yoong, maaf sudah merepotkanmu…

– Sudahlah, ini sudah menjadi kewajibanku untuk menjaga dan merawatmu tuan putri…

– Terimakasih Yoong, kau begitu baik padaku, aku tak tau bagaimana membalasnya…

– tidak perlu berpikir seperti itu Yul, aku akan selalu ada disampingmu dan menjagamu, aku akan selalu ada untukmu…

– benarkah?

– ne..

– janji?

– iya, aku janji…

– terimakasih Yoong…

– jangan ucapkan kalimat itu lagi, kalau kau mau berterimakasih, sekarang tidurlah, aku akan sangat menghargainya..

– baiklah… hmmm Yoong, aku tidak bisa tidur, aku kedinginan…

– benarkah? tunggu sebentar, aku matikan Ac kamar ini dulu, bertahanlah…

– jangan dimatikan, selain kedinginan,aku juga kepanasan…

– ah dasar kau Yul, membuatku bingung saja… Yasudah sekarang tutup matamu.

– kau mau apa?

– mau meniduri mu, ups maksudku menidurkanmu…

– bagaimana caranya?

– sudah jangan banyak bicara lagi, cepat tutup matamu.

– owh baiklah..

“kupejamkan mataku seperti yang diperintahkan Yoona padaku. Sesaat kemudian aku merasa ada yang memelukku, kubuka mataku, Yoona membaringkan kepalanya dibantalku tepat disebelah telingaku dan tangannya melingkari perutku. Aku dapat mendengar dengan jelas napasnya yang menerjang telingaku.

– cepat tidur, jangan menatapku terus, nanti kau bisa jatuh hati padaku..”tiba-tiba saja Yoona bersuara dengan mata tertutup.

– enak saja, siapa juga yang menatapmu tolol…

– kalau begitu cepat tidur…

– iya aku tau, tapi awas kalau kau mendengkur, aku akan menutup wajahmu dengan bantal. Kau mengerti?

– arayo…

“beberapa saat kemudian akhirnya aku tertidur dalam pelukan Yoona, sangat nyaman rasanya tidur dipeluk seperti ini. Hingga ada suara yang membuatku kembali terjaga..Ternyata Yoona sedang mengigau, kulihat jam sudah menunjukkan pukul 03.00 dinihari.

“Yul..hhhmmpphh…”

“Yul, aku tidak akan membiarkan seorangpun melukaimu,”

“aku janji akan terus menjagamu Yul.. Sharangheo Yul..”

“astaga apa yang dikatakannya barusan? ah mungkin aku salah dengar, atau mungkin dalam mimpinya dia sedang menggodaku.. ah sudahlah, sebaiknya aku lanjutkan tidurku…

Taeyeon POV

“paduan suara yang dilantunkan para maestro alam di pagi hari mengusik pendengaranku, memaksa ragaku untuk terjaga, kulihat jam wekerku sudah pukul 05.15, aku tersenyum ke arah jam weker itu, hehehehe sepertinya hari ini aku menang, aku lebih dulu bangun gumamku… Sambil menguap malas aku bangkit dan ke kamar mandi untuk membersihkan mulut dan wajahku..setelah selesai dengan kegiatanku di kamar mandi akupun segera keluar menuju kamar yoonyul untuk membangunkan kedua maknae itu sekaligus melihat keadaan yuri…

“sepertinya mereka belum bangun, karena kulihat lampu kamar mereka masih gelap dan tidak ada suara samasekali dari kamar mereka.. Kuputar kenop pintu kamar mereka perlahan, aku tidak mau mengganggu istirahat yuri, pasti dia belum sehat…samar-samar aku melihat mereka, kunyalakan lampu membaca di kamar itu agar ada cahaya dikamar itu. Aku agak terkejut sekaligus aneh melihat yuri dan yoona, mereka tidur dalam posisi berpelukan, sangat rapat. Wah apa-apaan ini? Ah sudahlah aku tidak mau mengganggu mereka kelihatannya yuri sudah agak baikkan, syukurlah. Akupun membatalkan niatku untuk membangunkan mereka,dasar gadis-gadis aneh gumamku sambil mematikan kembali lampu membaca yang tadi kunyalakan dan segera meninggalkan kamar tersebut…Lebih baik aku membangunkan yang lain saja.

Yoona POV

– Haaaaaeeehhhhmmmmm, ah sudah pagi ternyata…

“kulihat dihadapanku, ternyata dia masih tidur, wajahnya terlihat sangat cantik, aku tersenyum sendiri melihat wajahnya.. Sepertinya dia merasa nyaman berada dalam pelukanku, ku pegang keningnya, suhunya sudah normal, syukurlah…

– Yul, bangunlah…”kataku sambil mencubit pelan pipinya…

– hhhmmmmppphhhhh iya iya, aku sudah bangun, bisa kau singkirkan tanganmu dari wajahku? sakit tau..

– hehehehe wajahmu menggemaskan Yul kalau sedang tidur…”kataku sambil kembali melingkarkan tanganku diperutnya…

– ah ada-ada saja kau…

– bagaimana, kau sudah merasa lebih baik sekarang?

– iya, tapi tidurku tidak nyenyak…

– benarkah? Kenapa? apa karena aku mendengkur? setauku aku tidak pernah mendengkur…

– bukan karena kau mendengkur, tapi karena kau mengigau yang tak jelas, dengan susah payah aku berjuang untuk tidur…

– apa benar begitu?

– tentu saja bodoh, untuk apa aku mengada-ada…

– maaf yah kalau memang begitu kejadiannya…

– hahaha bukan masalah, kau kan sudah memelukku semalaman, jadi aku bisa tidur nyenyak…

– ah Yul, kau belum minum obat, tunggulah sebentar aku ambilkan obatmu..

– aku bisa minum obat sendiri Yoong…

– ah tidak, pokoknya kau harus minum obat dulu sekarang..

– tapi aku sudah sehat Yoong…

– jangan banyak bicara lagi Yul, aku hanya ingin kau cepat sehat, aku tidak mau terus-terusan mencemaskanmu..”jawabku sambil bangkit dan keluar dari kamar kami.

“sampai di ruang tamu aku segera membuka kotak P3K dan mengambil obat penurun panas… ketika aku ingin kembali ke kamar, kulihat seohyun sedang menonton TV, pagi-pagi sudah nonton TV, kartun pula.

– Hyunnie, apa kau tidak sekolah?

– Ini aku sedang sekolah unnie…”jawabnya sambil tetap menatap TV tanpa berpaling kearahku..

– hei, kau kan sedang menonton hyunnie, apanya yang sekolah?

– dasar unnie payah, kalau unnie tau aku sedang nonton untuk apa lagi unnie bertanya aku sekolah atau tidak, jawabannya sudah pasti aku tidak sekolah.

– yah kau hyun, akukan bertanya baik-baik padamu, aku kawatir kau membolos hanya demi menonton kartun konyol ini…

– kau yang konyol unnie, sekarang ini kan hari minggu, siapa juga yang sekolah hari minggu?

– aishh, benarkah? aduh aku lupa, maafkan aku hyunnie..

– sudahlah unnie, lupakan, aku maklum kog. Hehehehe

– maksudmu maklum apa Seo Joo Hyeon?”kataku sambil memegang pipi kanan dan kirinya dengan tangan kananku dan memaksanya menghadap kearahku.

– anio unnie, aku cuma bercanda, huhuhu sakit unnie, ampun unnie, maafkan aku…”wajahnya mulai memerah, akupun tidak tega melihatnya dan segera melepaskan cengkramanku..

– maaf hyunnie, aku terlalu keras memegang pipimu, masih sakit ya? Maaf yah…

– tidak apa-apa unnie, aku tau kog kau tadi cuma bercanda. Mana mungkin kau tega menyakiti adikmu yang manis ini. “jawabnya sambil tersenyum dan mengepalkan kedua tangannya dipipinya, sangat menggemaskan..

– hahaha kau lucu sekali hyunnie..”kataku sambil mencubit hidungnya pelan…

“astaga aku lupa, aku kan seharusnya memberikan obat ini pada yuri.

– Hyunnie, kau lanjutkan nontonmu, aku mau memberikan obat ini dulu pada yuri. “kataku sambil mengacak-acak rambutnya dan menunjukkan obat yang tadi kuambil dari kotak P3K..

– owh iya, bagaimana keadaannya unnie?

– tenanglah dia sudah sembuh, tapi dia masih harus banyak istirahat..

– ah syukurlah kalau begitu…

– iya, aku ke kamar dulu yah, nanti kita lanjutkan lagi ngobrolnya..

– iya unnie..

“akupun segera ke dapur mengambil segelas air putih untuk yuri, kucium ada aroma lezat, ternyata umma sedang membuat sarapan…

– hhhmmmmm harum sekali, aku jadi lapar, kau masak apa unnie?

– oh kau sudah bangun yoong, aku sedang memasak sup dan bubur..

– apakah masih lama unnie?

– sekitar 10 menit

– yaaa, padahal perutku sudah sangat lapar unnie…

– eits, bubur dan sup ini bukan untukmu, tapi untuk yuri

– hahahaha lucu sekali unnie…

– aku tidak bercanda yoong, yuri kan masih sakit jadi dia harus makan makanan yang mudah dicerna

– tapi masa semua ini untuk yuri? Kan tidak mungkin dia menghabiskan semua ini..

– yah tentu saja tidak, yuri makan duluan, sisanya baru untuk kita yoong

– huh, jadi kita makan barang sisa ? Tapi biarlah, kalau sisa yuri tak masalah

– ngomong-ngomong obat itu untuk yuri ya?”tanya Hyoyeon sambil menunjuk obat yang kupegang

– astagaaa aku lupa, aku pergi dulu Hyeonie

– huh dasar kau yoong…

“aku segera berlari kekamar, begitu sampai dikamar kulihat yuri sedang menangis terduduk ditepi ranjang.. Buru-buru ku hampiri dia, kuletakkan obat dan air yang tadi kubawa di meja dan langsung duduk disampingnya.. Kupeluk bahunya, kusandarkan kepalanya ke pundakku..
. Kulihat tangannya menggenggam erat hpnya, terpampang wallpaper lelaki brengsek itu, napasku mulai memburu, emosiku mulai meluap kembali mengingat apa yang telah dilakukannya pada yuri, aku sangat marah tapi sekaligus sedih, marah karena minho telah berani melukai hati yuri, orang yang sangat aku sayangi dan yang paling parah adalah, yuri masih mencintai minho… Kuambil hp yuri, tanpa terasa tanganku gemetar… Ku matikan hp itu dan kucabut baterainya…

– Sudah yul, jangan menangis lagi…lupakan saja dia…

– aku sangat kecewa padanya yoong… aku ingin mati saja…

– bodoh, jangan berpikir seperti itu, masih banyak orang yang lebih baik dari minho..

– tapi aku masih sayang padanya yoong..

– apa kau masih ingin bersamanya?

– tidak, maksudku aku masih belum bisa menerima ini semua… Sangat berat bagiku…

– kau pikir kau saja yang punya beban? Kau bahkan tidak tau bebanku jauh lebih berat darimu..

– kau tak tau apa yang sedang aku rasakan yoong…

– memang aku tidak tau apa yang sedang kau rasakan, tapi aku pernah merasakan yang lebih buruk dari apa yang sedang kau rasakan sekarang..

– kenapa kau tidak pernah menceritakannya padaku yoong?

– aku tidak mau kau ikut terbeban.”Bohongku, mana mungkin aku bilang kalau aku sering sedih dan terluka karenanya..

– tapi akukan sahabatmu…

– oleh karena kau sahabatku, jadi aku tidak mau menambah beban pikiranmu. Sudahlah lupakan…

“Tanpa sadar air mataku mulai menetes, tumpah dan semakin deras..Aku sangat sedih melihat keadaan yuri, aku sedih kenapa yuri tidak pernah menganggapku ada, apakah dimatanya aku hanya sebatas seorang teman? Kenapa dia tidak pernah sedikitpun memikirkanku, hanya lelaki brengsek itu yang dia pikirkan, aku cemburu…

– kau kenapa yoong?

– anio,bukan apa-apa, mataku kemasukan debu..

– jangan bohong, aku tau kau sedang menangis…

– sungguh, mataku hanya kemasukan debu.”jawabku sambil berpura-pura mengucek mataku…

– apa aku salah bicara yoong?

– sudahlah, mataku cuma kemasukkan debu

– yoong, kenapa kau menangis? seharusnya aku yang menangis, bukankah aku yang sedang sedih…

– dasar keras kepala, sudah kubilang cuma kemasukan debu..

– yasudahlah kalau kau tak mau bilang, mulai sekarang kita jangan berteman lagi..

– yah kau ini, maksudmu apa yul?

– cepat ceritakan masalahmu..

– aku tidak ada masalah yang harus kuceritakan padamu yul..

– lalu kenapa kau menangis?

– baiklah kalau kau memang ingin tau, sebenarnya aku sedih karenamu..

– karena aku? Kenapa?

– aku sedih melihat keadaanmu..aku sedih melihatmu menangis.. aku sangat sedih bila melihatmu disakiti..

– yoong… benarkah? maafkan aku yoong, aku tak tau kau sampai seperti ini karena memikirkanku…”yuri langsung memelukku.

– dasar bodoh, kau tau kan aku sayang padamu yul, jadi aku pasti ikut merasakan segala penderitaanmu..

– iya aku tau, maafkan aku yoong karena selama ini aku sangat lemah, aku selalu menyusahkanmu..

– sudahlah tuan putri, kalau kau tidak keberatan, maukah kau mengabulkan 1 permintaanku?

– kau mau minta apa?

– berjanjilah mulai sekarang jangan pernah lagi bersedih..karena jika kau sedih, aku akan lebih sedih lagi..

“yuri melepaskan pelukannya, kemudian sambil tersenyum menatapku dia menghapus sisa-sisa air matanya. dia mengangkat tangan kanannya dan mengacungkan jari tengah dan jari telunjuknya..

– hmm baiklah, aku, Kwon Yuri, berjanji, tidak akan pernah bersedih lagi…

– terimakasih tuan putri, ku pegang janjimu…”kataku sambil melap mataku yang masih basah.

– eh enak saja, aku juga mau kau berjanji padaku…

– yah kau ini, memangnya kau mau aku berjanji apa?

– berjanjilah padaku kau tidak akan pernah bersedih karena ku lagi.

– yah kalau seperti itu aku tidak bisa, maaf..

– kau curang yoong..

– bukannya curang, tapi aku tidak mungkin bisa mengabulkan permintaanmu itu.. kau minta yang lain saja, asalkan jangan yang itu.

– ya ya ya terserah kau saja kalau begitu.. yasudah aku ada permintaan yang lain..

– katakan..

– berjanjilah …

– apa?

– berjanjilah, kau akan selalu tersenyum padaku, karena aku sangat suka melihat senyummu…

– hei kwon yuri,kau pikir aku ini orang gila apa? senyum senyum sendiri seperti orang gila, siapa yang mau.. apa nanti kata para penggemarku kalau melihatku senyum-senyum sendiri..

– kau mau janji tidak yoong?

– ya ya aku mau, baiklah…

– hyaa, cepat ucapkan, ingat, dengan tulus ya, tanpa ada rasa terpaksa…

– huh, dasar cerewet kau yul…

– cepat…

– Ehemm, aku Lim Yoon Ah, berjanji, akan selalu memberikan senyum terbaikku pada Kwon Yuri…

– hahahaha terimakasih yoong, jadi sekarang kau punya dua hal yang kau janjikan padaku…

– hah, mana mungkin, yang satu lagi aku janji apa?

– dasar bodoh kau Lim Yoona, kau lupa ya tadi malam kau janji akan selalu ada di sisiku?

– astaga, ah mana mungkin aku lupa kalau yang itu..

– huh, padahal tadi malam kau sendiri yang berjanji, sekarang sudah lupa…Baru beberapa jam saja..

– hei bodoh, aku tadi cuma pura-pura lupa tau..

– ya terserahlah…

– hei yul, minum dulu obatmu.”kataku sambil mengambil obat dan segelas air yang tadi kuletakkan diatas meja…

– iya…

– ini silakan, habiskan airnya…

– oke bos…

“setelah yuri meminum obatnya, ku letakkan gelasnya dimeja dan memegang keningnya untuk memeriksa suhu tubuhnya…

– sepertinya suhu tubuhmu sudah normal yul…

– benarkah?

– huum..

– terimakasih pangeranku karena sudah merawatku sampai sembuh…”yuri tiba-tiba memelukku..aku jadi salah tingkah…perlahan kubalas pelukannya dan kubelai rambutnya perlahan..

“tiba-tiba pintu terbuka, dan kepala Hyoyeon muncul dibalik pintu, yuri masih memelukku…

– ow ow sepertinya aku mengganggu kalian…”yuri langsung melepaskan pelukannya setelah mendengar kata-kata hyoyeon..

– ah tidak unnie, aku hanya sedang merapikan rambut yuri yang tadi berantakan..

– owh…apa benar begitu yul?

– iya unnie, yoona tadi sedang menolongku merapikan rambutku yang agak berantakan..

– owh baiklah kalau begitu, aku hanya mau mengantarkan sarapan untukmu, aku membuat bubur ayam dan sup ikan supaya kau cepat pulih..

– ah benarkah unnie? padahal aku sudah sehat, yoona sudah merawatku dengan baik. Terimakasih unnie..

– hmm, kau tau yul, tadi malam yoona sangat panik…

– apa benar begitu yoong?”tanya yuri yang tiba-tiba menatap dengan nakal kearahku..

– ah jangan besar kepala kau, tentu saja aku panik, kalau terjadi sesuatu padamu, siapa yang akan menyeterikakan pakaianku…

– ah iya yul, apa kau tau, ketika kau pingsan kemarin sore yoona menggendongmu dari garasi sampai kekamar lho..

– benarkah? kau kuat sekali yoong, kau memang hercules ku yoong..

– badanmu sangat berat yul seperti badak, aku kewalahan mengangkatmu, kau harus diet supaya lain kali aku tidak kesulitan mengangkatmu kalau kau pingsan lagi, kecuali kau mau kuseret menggunakan tali..

– apa kau bilang? badak? Lim Yoona, kau mau mati ya?

– ups, maaf aku salah bicara yul, tidak sengaja, maksudku bukan badak…

– lalu?

– maksudku gajah…

– dasar rusa jelek, berani-beraninya kau mengatakan aku seperti itu, kau itu yang terlalu kurus seperti onta

– kau bilang aku onta? dasar gajah cerewet, kau mau kuhajar ya supaya kau tahu rasa

– hahahahaha sudah sudah, kalian seperti anak kecil…yul, kau makan dulu, ributnya disambung nanti…

– eh maaf unnie, aku sampai lupa gara-gara si rusa jelek ini..

– sini unnie, biar aku saja yang menyuapi yuri.”kataku sambil mengambil nampan berisi semangkuk bubur dan sup yang dibawa hyoyeon..

– ah tidak perlu rusa jelek, aku bisa makan sendiri..

– dasar gajah tak tau diri kau Kwon Yuri..

– hahahaha yul, kau istirahatlah, mumpung kau sakit, kami akan melayanimu, tidak perlu sungkan..

– tapi aku sudah sembuh unnie..

– kau belum pulih total yul.. pokoknya, dengarkan nasehatku..kau harus banyak istirahat..

– iya, dengarkan itu yul, hyeonnie benar, kau jangan banyak protes, nanti ku hajar kau…

– aku tidak bicara denganmu rusa jelek…

– huuuuhh dasar gajah bengkak, cerewet sekali kau..

– kau yang cerewet…

– sudah sudah… yoong, ributnya ditunda dulu sampai yuri sembuh… dan kau yul, setelah sehat kau bebas mau ribut dengan siapa saja, tapi sekarang kau harus memulihkan keadaanmu dulu…

– iya unnie, aku mengerti..

– baguslah.. dan kau, apa kau mengerti yoong?

– ne unnie..

– sekarang aku mau kedapur dulu, aku mau menyiapkan sarapan untuk yang lain…

– jangan lupa sisakan untukku unnie..

– hehehehe kau tenang saja yoong, tadi Taeyeon bilang dia sarapan diluar bersama Tiffany dan Mr. Lee, jadi jatahmu bertambah…

– ah, benarkah? hahahahaha sering sering saja seperti itu… tapi, kenapa mereka makan bersama mr. Lee unnie?

– hmm, Taeng kan leader kita, sekarang dia sedang berunding dengan mr. Lee tentang masalahmu dengan minho, kau tau, seharusnya kau ikut dengan mereka..

– owh masalah yang itu ya, aku sudah bilang pada mr. Lee tadi malam ketika dia menelpon kita bahwa aku tidak akan meminta maaf pada minho atau pada siapapun.. aku tidak salah unnie..

– susah juga bicara denganmu, tapi aku suka dengan pendirianmu…

“tiba-tiba aku mendengar ada yang sedang terisak-isak dibelakangku, ternyata yuri yang sedang menangis… Buru-buru kuhampiri dia, dan kupeluk pundaknya…

– ini semua salahku, aku selalu saja merepotkan kalian, aku terlalu lemah…

– sudahlah yul, ini bukan salah mu atau siapapun kecuali pria brengsek itu…

– yoong benar yul, kau jangan menyiksa dirimu sendiri, salah bila kau menyalahkan diri sendiri dalam hal ini. Apa kau lupa yul, kita SNSD, semua untuk satu, dan satu untuk semua… kami tidak akan membiarkanmu menanggung bebanmu seorang diri.. “timpal hyoyeon sambil menggenggam tangan yuri..

– iya yul, selama masih ada kami, maka semua bebanmu akan ikut kami pikul bersama…

– kalian semua sangat baik padaku, aku tidak tau bagaimana membalasnya…

– kau tidak perlu bingung, cukup tepati saja janjimu padaku yul.”jawabku sambil mengaitkan jari kelingkingku di jari kelingkingnya..

– janji apa yoong?”tanya hyoyeon”

– begini unnie, yuri sudah berjanji padaku bahwa dia tidak akan pernah bersedih lagi.

– owh, kalau begitu kau harus tepati janjimu yul..kami akan selalu mendukungmu yul…

– iya unnie, aku janji aku tidak akan bersedih lagi dan menyusahkan kalian.. Terima kasih unnie, terimakasih yoong…

– sudahlah sekarang kau sarapan dulu, aku harus segera kedapur sebelum yang lain menghancurkan dapur kita, apalagi sooyoung tadi sudah memesan porsi jumbo padaku…

– iya unnie, terimakasih banyak…

– no problem..”jawab hyoyeon sambil setengah berlari meninggalkan kamar kami..

“ku ambil selembar tisyu dan kulap sisa aliran air mata yuri yang melintas di pipinya”

– sudah, jangan menangis lagi, ingat janjimu yul…

– iya, aku sudah tidak menangis lagi yoong…

– baguslah kalau begitu. kau tau, kau terlihat jelek kalau sedang menangis..

– benarkah?

– huum, makanya aku tidak suka melihatmu menangis..

– yoong…

– ya?

– bolehkah aku menciummu?

TBC

Iklan
Dengan kaitkata , ,

25 thoughts on “TEARS 2

  1. Monica berkata:

    sweet X3
    lanjutkan~

  2. Cacu berkata:

    Hahay….romance bgd,aq suka…

    Yul nangis mlu,ntar mta’y kya bola golf lho..yoong kau prhatian bgd*tp te2p klh ma aq,narsis mode on smbil nunjuk dri*

    yah*teriak pake toak*knp tbc’y dsitu…dsar kau,sneng bgd bqn readermu jd pnsaran….yowis dtgu d next chap’y …update sooner,coz sooner is better *ceuk saya^^*

  3. yoonaddictsoshi berkata:

    keren.
    Lanjut

  4. yuchan berkata:

    So sweet,,,,
    kasian yoona cinta yg tak tersampaikan.
    Yul masak gak sadar” sih sama cinta yoona.
    Yoonyul perang mulut terus neh, kalo gitu terus kpn mesra y tu orang ber2.
    Oppa lanjut y jgn lama” yah.

    • estibex berkata:

      huum, kasian yoong nya
      yah chingu, tau tuh yul
      dudul bnget… Wkwkwkwk
      ntar ada aja kog waktunya mereka mesra2an. Hahaha…
      sip chingu, aku usahain
      secepatnya update… Thanks udh komen chingu…

  5. choi ha sun berkata:

    aaaaaaaah keblinger nih gue baca ff ini *.* yoonyulnya so sweet banget lah, aku sukaaaaaaaaa Ayo lanjutannya jangan lama2 oppa 😉

    oh iya itu mksudny yoonyul bukan maknae kali (pas taeng pov) tp dongsaeng kali, trus nama yoona kan bukan lim yoona tp im yoona hehe maaf bukanny so tau atau apa tp hnya ingin membenarkan yg salah saja ^^

    • estibex berkata:

      wkwkwkwk bukan cm km aja yg keblinger adik kecil, aku jg keblinger waktu ngetiknya ni ff. Ckakakak…

      Eh bukannya Yoong, Yul, Seo, sama Youngie emang maknaenya SNSD, mreka kan yg paling muda diantara member laen, trus setau aku Yoong namanya emang Lim Yoon Ah, bukan im marganya *ngeyel*, tp mungkin aku salah info. *abaikan*
      sip deh, aku usahakan secepatnya update…
      Thanks yah cominfo nya… Sangat berarti buat saya yg kekurangan info ini…

      • choi ha sun berkata:

        iya sih mereka lbh muda dari yg lain tp itu sedikit aneh aja #pletak *ngyel juga* yoona tuh marga ny im kok, cek aja deh pasti kebanyakan nyebut im yoona hehehe

        ok deh oppa di tunggu kelanjutannya ^^

  6. kim soo ra berkata:

    sebelumnya minta maaf dulu hehehe dah janji mw comment pas minta pw eh blm komen” hehhe
    maaph ya ff nya ga bisa dibuka pas mw comment jadi balik mulu ke home T_____________T
    *(_ _)v mian~~

    wah disini yul nya lembek ya gra” minho ini
    *bwa lari minho kekamar XDDD
    nyahahahhahaha

    lanjut:” hehhehe
    cuuuuuuuus celekek~
    #sound efek kunci pintu kamar

  7. KwonGieYoon berkata:

    Wah…… Author, tega2 nya kau menempatkan Tbc di tempat yg tak’ tempat! 😦
    Yoong perhatian banget ama Yul… ^^

    Nice ff Chingu…
    Ditunggu klanjut’an nya…. ^^

  8. Yoona Yoonaasnsd berkata:

    Hahahahahaha senyum senyum sndiriii wkwkwkwkwkwkwkwk kocak nihh

  9. taetae_fun berkata:

    boleh,boleh…
    cium aja sampe puas..

    ni gak da lnjutannya y..?

  10. lleea tackeyz berkata:

    WAW,,,YUri minta ijin buat nyium yoona????
    OMG knpa tiba2 sesak nafas gini??kekekekeke

    lanjut yah . . .

  11. mimo berkata:

    wah, critanya ngambang.
    *penasaran

  12. YoonAddict berkata:

    dimanakah kelanjutannya?? :/

  13. Amyla berkata:

    Lnjt thor,,,,slm knl aq reader baru

  14. rani berkata:

    Yah ksihan yoong..
    N gmn reaksi yul,yoong mnta cium?n ditunggu kelanjutan ff@..

  15. thintin702 berkata:

    akhirnya ktmu lgi ma ff YoonYul…
    kpan mw dlnjutin lgi ni thor..jdi pnasaran ma klnjutannya..:)

  16. halim berkata:

    isshh.. YoonYul ><
    so sweet kkakak ._.
    next dong 😉

  17. Anie Chan berkata:

    cerita ya bagus chigu, aq suka

  18. Meliana tamara berkata:

    Boleh bgt unnie #mewakili yoona

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: